Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Berjalan pulang

  Ya Allah, hamba datang kepada-Mu dengan langkah yang tertatih dan dada yang sesak. Di hadapan-Mu, hamba akui betapa rapuhnya diri ini. Perasaan ini begitu berat, berputar tanpa arah, menguras tenaga dan air mata yang bahkan tak sempat jatuh. Hamba lelah, ya Rabb… lelah menahan kegelisahan yang diam-diam menggerogoti jiwa, lelah bergumul dengan rasa yang seharusnya tak menetap, namun enggan pergi. Dalam sunyi malam dan riuhnya pikiran, hamba merasa tersesat di persimpangan hati. Putus asa kerap menyapa, seakan cahaya begitu jauh dari jangkauan. Namun kepada siapa lagi hamba mengadu jika bukan kepada-Mu? Engkau yang Maha Mengetahui setiap detak resah di dada, Engkau yang memahami bahasa air mata bahkan sebelum ia tumpah. Ya Rabb, tuntunlah hamba melewati gelap ini. Peganglah hati hamba yang gemetar, tenangkan jiwa yang bergetar oleh kegelisahan. Hilangkan beban yang menyesakkan, bersihkan rasa yang tak seharusnya ada, dan gantikan dengan ketenteraman yang datang dari dekatnya ha...

Rindu tak berujung

 Di antara dua hati yang saling memanggil, ada sunyi yang lebih lantang dari segala teriakan. Mereka berdiri di hadapan sebuah tembok yang tinggi—bukan hanya dari batu dan waktu, tetapi dari takdir yang tak pernah mau mendengar. Setiap kali tangan mereka hampir bersentuhan, semesta seakan meniupkan angin yang memisahkan, seolah cinta mereka adalah rahasia yang tidak boleh dibiarkan tumbuh, tidak boleh dibiarkan mekar menjadi kenyataan. Mereka mencintai dalam diam, seperti dua bintang yang saling menatap dari ujung langit yang berbeda. Cahaya keduanya saling merindu, namun jarak adalah garis tak terlihat yang tidak pernah mau pudar. Mereka tahu, jika mereka berlari, mereka akan lelah; jika mereka menunggu, mereka akan hancur. Maka mereka memilih diam—diam yang penuh sesak oleh harapan yang tidak pernah padam, dan luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Terkadang, ketika malam menua dan dunia menjadi rapuh, mereka membayangkan sebuah semesta yang lebih lembut, tempat tembok itu ...